Senin, 29 Mei 2017

Manusia Dan Cinta Kasih

Nama : Lestari Rahma Putri

Kelas : 1KA29


Dosen : Junaedi Abdillah



Daftar Isi
11.1   Cinta Kasih
-          Pengertian Cinta Kasih
-          3 Unsus Tentang Cinta
-          3 Unsur dalam Segitiga Cinta
-          3 Tingkatan Cinta
11.2  Cinta Menurut Ajaran Agama
-          Berbagai Bentuk Cinta
-          Ayat Al-Qur’an Tentang Cinta
11.3  Kasih Sayang
-          Pengertian Kasih Sayang
-          Macam-macam Cinta Kasih Orang Tua
-          Contoh Kasih Sayang
11.4  Kemesraan
-          Pengertian Kemesraan
-          Puisi Tentang Kemesraan
11.5  Pemujaan
11.6  Belas Kasihan
-          Pengertian Belas Kasih
-          Cara menumpahkan Belas Kasih
11.7  Cinta Kasih Erotis
Kesimpulan
Referensi
Daftar Isi
            Pendahuluan
12.1   Cinta Kasih
-          Pengertian Cinta Kasih
-          3 Unsus Tentang Cinta
-          3 Unsur dalam Segitiga Cinta
-          3 Tingkatan Cinta
12.2  Cinta Menurut Ajaran Agama
-          Berbagai Bentuk Cinta
-          Ayat Al-Qur’an Tentang Cinta
12.3  Kasih Sayang
-          Pengertian Kasih Sayang
-          Macam-macam Cinta Kasih Orang Tua
-          Contoh Kasih Sayang
12.4  Kemesraan
-          Pengertian Kemesraan
-          Puisi Tentang Kemesraan
12.5  Pemujaan
12.6  Belas Kasihan
-          Pengertian Belas Kasih
-          Cara menumpahkan Belas Kasih
12.7  Cinta Kasih Erotis
   Kesimpulan
   Referensi


Cinta Kasih

A. PENGERTIAN CINTA KASIH
Menurut kamus umum bahasa indonesia karya W.J.S. Poerwadaminta, cinta adalah rasaa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.

Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Perbedaannya, cinta lebih mengandung pengertian mendalam rasa. Sedangkan kasih lebih keluarnya, dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Unsur cinta:
1. Keterikatan
    Keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya brsama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau
    pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.
2. Keintiman
    Keintiman adalah kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda
    dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
3. Kemesraan
    Kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa  kangen kalau jauh atau lama
    tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayng, dan seterusnya.

Tingkatan cinta:
1. Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah,
    Rasulullah dan berjihad di jalan Allah
2. Cinta tingka menengah adalah cinta kepada
    orangtua, anak, saudara, istri/suami, & kerabat
3. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang
    mengutamakan keluarga, kerabat, harta, &
    tempat tinggal.


B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulullah. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Quran:

1. Cinta diri
    Erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan
    potensi dirinya dan mengaktualisasikan diri. Ia juga mencintai segala sesuau yang mendatangkan
    kebaikan pada dirinya. Sebaliknya, ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk itu
    semua.
    Al-Quran telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri, kecenderungan 
    untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat danb erguna bagi dirinya, dan menghindari segala
    sesuatu yang membahayakan keselamatannya.
    Melalui ucapan Nabi Muhammad, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal ghaib tentu beliau
    akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.

2. Cinta kepada sesama manusia
    Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, ia
    tidak boleh membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan
    cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain.
    Allah memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam
    cintanya kepada diri sendiri. Melepaskan diri dari gejala-gejala itu dengan melalui iman,
    menegakkan sholat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin, dan menjauji
    segala larangan Allah.

3. Cinta seksual
    Erat kaitannya  dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih
    sayang, keserasian dan kerjasama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi
    kelangsungan hidup keluarga:
    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia yang menciptakan untukmu istri-istri dari
    jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di
    antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-
    tanda bagi yang berpikir.” (QS. Ar-Rum, 30:21)

4. Cinta kebapakan
    Mengingat bahwa antara ayah dengan ankanya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti
    yang menghubungkannya dengan ibunya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa
    dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis, emlainkan dorongan psikologis.
    Cinta kebapakan dalam Al-Quran diisyaratkan dalam kisah nabu Nuh, betapa cintanya ia kepada
    anaknya. Tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang dan belas
    kasihan untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak:
    “... dan Nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil - : hai,
    anakku, naiklah ke kapal bersam akami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang
    yang kafir.” (QS. Yusuf, 12:84)

5. Cinta kepada Allah
    Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spiritual adalah cintanya kepada Allah dan   
    kerinduan kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian dan doanya saja, tetapi juga dalam semua
    tindakan dan tingkah lakunya. semua tingkah lakunya ditujukan kepada Allah, mengharapkan
    penerimaan dan ridho-Nya:
    “Katakanlah: jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya  Allah mengasihi dan
    mengampunni dosa-dosamu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS Ali Imran, 3:31))

6. Cinta kepada Rasul
    Cinta kepada Rasul sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, ini karena Rasul merupakan ideal
    sempurna bagi manusia, baik dalam tingkah laku, moral maupun berbagai sifatnya. Seorang
    mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenih hati akan mencintai Rasulullah.


C. KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia karangan W.J.S. Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Suatu kasus yang sering terjadi, yang menyebabkan seseorang menjadi morfinis, keberandalan remaja, frustasi, dan sebagainya, dimana semuanya dilatar belakangi kurangnya perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarganya. Adanya kasih sayang ini, mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam, demikian sebaliknya.

Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
- Orangtua bersifat aktif, anak bersifat pasif
- Orangtua bersifat pasif, anak bersifat aktif
- Orangtua bersifat pasif, anak bersifat pasif
- Orangtua bersifat aktif, anak bersifat aktif

Kasih sayang itu nampak sekali, contohnya bila seorang ibu sedang menyusui atau menggendong. Bayinya itu diajak bercakap-cakap, ditimang-timang, dinyanyikan. Meskipun si bayi tidak tahu arti kata, lagu, dan sebagainya.


D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

Kemesraan dapat menimbulkan daya kreatifitas manusia, dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Rendra dalam puisinya yang berjudul “Episode” misalnya:

Kami duduk berdua
Di bangku halaman rumahnya
Pohon jambu di halaman itu

Berbuah dengan lebatnya
Dan kami senang memandangnya
Angin yang lewat
Memainkan daun yang berguguran
Tiba-tiba ia bertanya
“mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa
Lalu ia sematkan dengan mesra
Sebuah peniti menutup bajuku
Sementara itu
Aku bersihkan
Guguran bunga jambu
Yang mengotori rambutnya


E. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepda Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi karena Tuhan menciptakan alamn semesta.

“Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian Dia bertahta di atas singgasana-Nya. Dia maha pengasih, maka tayakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui.” (QS. Al-Furqon:59-60)


F. BELAS KASIHAN
Belas kasihan  adalah emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain

Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani danbanyak cara kita menumpahkan belas kasihan. Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantug kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, barang, pakaian, makanan, dan sebagainya.


G. CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif, bukan universal dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
     

      KESIMPULAN
      Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang.Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.

Referensi


        






Kamis, 20 April 2017

Manusia dan Kebudayaan

Nama    : Lestari Rahma Putri
Kelas     : 1KA29

Dosen    : Junaedi Abdillah


Kata Pengantar

            Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnya maka penulis telah menyelesaikan sebuah karya tulis ini tepat waktu. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Manusia dan Kebudayaan”. Dalam pembahasannya, karya tulis ini mengangkat tentang unsur-unsur manusia, hakekat manusia, kepribadian bangsa timur, pengertian kebudayaan, unsur-unsur kebudayaan, wujud kebudayaan, orieantasi nilai budaya, perubahan kebudayaan, kaitan manusia dan kebudayaan.
            Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta dan memohon maaf bilamana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang penulis buat kurang tepat. Dengan ini penulis ingin mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa hormat dan terima kasih..


DAFTAR ISI

Judul                                                                                                                          
Kata Pengantar                                                                                                         
Daftar Isi                                                                                                                   
BAB I Pendahuluan                                                                                                    
            1.1 Latar Belakang                                                                                        
            1.2 Rumusan Masalah                                                                                   
            1.3 Tujuan Masalah                                                                                      

BAB II Pembahasan                                                                                                 
            2.1 Manusia                                                                                                  
            2.2 Hakekat Manusia                                                                                    
            2.3 Kepribadian Bangsa Timur                                                                      
            2.4 Pengertian Kebudayaan                                                                         
            2.5 Unsur-unsur Kebudayaan                                                                       
            2.6 Wujud Kebudayaan                                                                                
            2.7 Orientasi Nilai Budaya                                                                            
            2.8 Perubahan Kebudayaan                                                                        
            2.9 Kaitan Manusia dan Kebudayaan                                                          

BAB III Penutup                                                                                                       
            3.1 Kesimpulan                                                                                            

Daftar Pustaka    


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
          Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Pada uraian ini akan dibahas tentang pengertian-pengertian dasar tentang manusia dan kebudayaan, ini dimaksudkan untuk memberikan dasar yang lebih kuat untuk pembahasan materi IBD.
            Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan karena dimana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya. Sedangkan Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidupSelain itu manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan tertentu yang pada akhirnya menjadi budaya yang biasa mereka lakukan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya.  Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya dan kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia di dalam kehidupannya.

1.2 Rumusan Masalah
·         Bagaimana kita dapat menjelaskan unsur-unsur yang membangun manusia?
·         Bagaimana kita dapat menjelaskan dan membedakan hakekat manusiaw?
·         Bagaimana kita dapat menjelaskan kepribadian dari bangsa timur?
·         Apa pengertian dari kebudayaan?
·         Apa saja unsur-unsur dari kebudayaan itu?
·         Bagaimana kita dapat menyebutkan 3 wujud kebudayaan berdasarkan dimensinya?
·         Bagaimana kita dapat menggunakan 5 masalah pokok kehidupan manusia?
·         Bagaimana perubahan kebudayaan itu bisa terjadi berdasarkan faktor yang mempengaruhi?
·         Apa saja penyebab terjadinya perubahan budaya
·         Bagaimana kita dapat menjelaskan kaitan antara manusia dengan kebudayaan?

1.3 Tujuan Masalah
          Tujuan dari karya ilmiah ini adalah bagaimana mahasiswa dapat memahami berbagai kebudayaan kenyataan yang diwujudkan oleh kebudayaan dan dapat menjelaskan hubungan antara manusia dan kebudayaan , mengetahui hakekat manusia, mengetahui semua unsur-unsur kebudayaan.


BAB II
PEMBAHASAN
       
2.1 Manusia
            Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan-kumpulan dari partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (ilmu bologi).
Dalam ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmuu ekonomi). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmu sosiologi). Manusia merupakan mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (ilmu politik). Manusia merupakan mahluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (ilmu filsafat).
Dari definsi-definisi di atas, kita dapat melihat bahwa manusia selain dapat dipandang dari banyak segi, juga mempunyai banyak kepentingan. Ada dua pandang yang akan kita jadikan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia:
1.       Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terikat yaitu jasad, hayat, ruh, dan nafs
2.       Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu id, ego, superego

2.2 Hakekat Manusia
            Hakikat Manusia adalah makhluk yang kuat, ada juga yang menyebut hakikat manusia adalah makhluk yang sempurna , ada  juga yang menyebutnya makhluk paling cerdas dari semua itu menunjukan bahwa hakikat manusia adalah mahkluk yang positif. Manusia dengan segala sifat dan karakternya, diciptakan dengan sebegitu sempurnanya.
            a. Mahluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa. Wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap.
Jiwa adalah materi yang roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan. Jiwa terdapat dalam tubuh tetapi tidak dapat dilihat, diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran.
b.  Mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan mahluk lainnya
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat dalam jiwanya. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dengan teknologi.dengan adanya perasaan manusia mampu menciptakan kesenian. Perasaan dalam manusia ada dua macam, yaitu perasaan inderawi & rohani. Dengan kehendak manusia mampu mempertimbangkan dan menilai serta berkehendak menciptakan kebenaran atau sebaliknya.
c.  Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktir-faktor hayati dan busayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisiologi, biokimia, genetika, dll. Sebagai mahluk budayawi, manusia dapat dipelajari dari segi psikologi sosial, ekonomi, kemasyarakatan, dll.
d.  Mahluk ciptaan tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dann berkarya
Soren kienkegaard memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya, memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah

       
2.3 Kepribadian Bangsa Timur
          Banyak orang yang masih mempersoalkan prbedaan antara kebudayaan barat dan timur. Orang-orang yang sering mendiskusikan kontras antara kedua konsep tersebut secara populer, biasanya menyangka bahwa kebudayaan timur lebih memntingkan kehidupan kerohanian, mistik, pikiran preologis, keramahtamahan, dan gotong-royong. Sedangkan kebudayaan barat lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, hubungan asas guna dan individualisme.
            Kepribadian Bangsa Timur merupakan suatu karakter yang mencerminkan masyarakat yang menganut budaya dari Timur (Asia & Timur-Tengah), yang menunjukkan ke-khasan dan pola pikir dan kebiasaan yang terdapat di daerah Timur. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat teposeliro atau memiliki sifat toleransi yang tinggi. Dalam berdemokrasi bangsa timur umumnya aktif dalam mengutarakan aspirasi rakyat. Seperti di negara Korea, dalam berdemokrasi mereka duduk sambil memegang poster protes dan di negara Thailand, mereka berdemokrasi dengan tertib dan damai.
            Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai negara yang mencerminkan negara tersebut memiliki suatu kepribadian yang unik. Misalnya masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa. Sebagian besar mereka bertutur kata dengan lembut dan sopan. Dan terdapat beberapa aturan atau larangan yang tidak boleh dilakukan menurut versi orang dulu yang sebenarnya menurut orang Jawa itu suatu nasihat yang membangun. Misalnya tidak boleh duduk di depan pintu. Hal tersebut merupakan ciri khas kepribadian yang unik.
            Bangsa timur juga memiliki kebudayaan yang masih kental dari negara atau daerah masing-masing. Masih ada adat-adat atau upacara tertentu yang masih dilaksanakan oleh bangsa timur. Misalnya bangsa Indonesia masih banyak yang melaksanakan upacara-upacara adat dan tarian khas dari masing-masing daerah. Contohnya daerah Bali yang masih melaksanakan tarian khas daerahnya yaitu tarian pendet, kecak, tarian barong.
Bagan psiko-sosiogram manusia
-         Nomor 0 (lingkaran dunia luar): terdiri dari pikiran dan anggapan tentang orang dan hal yang berada diluar Indonesia dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh
-         Nomor 1 (lingkaran hubungan jauh): terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda, alat, pengetahuan, dan adat yang ada dala kebudayaan dan masyarakat sendiri
-         Nomor 2 (lingkungan hubungan berguna): tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra. Melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang, atau benda bagi dirinya
-         Nomor 3 (lingkungan hubungan karib): mengandung konsepsi tentang orang dan binatang atau benda yang oleh si individu diajak bergaul mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung
-         Nomor 4 (kesadaran yang dinyatakan): di alam jiwa manusia mengandung pikiran, gagasan, dan perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu ke sesamanya
-         Nomor 5,6,7: menggambarkan kepribadian manusia tadi adalah  daerah lingkaran 3. Hubungan yang berdasarkan cinta dan kemesraan juga rasa untuk bisa berbakti penuh dan mutlak, merupakan suatu kebutuhan mutlak fundamental dalam hidup manusia

2.4 Pengertian Kebudayaan
          Kebudayaan jika dikaji dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang artinya budi atau akal. Dalam bahasa lain, kebudayaan berasal dari kata colore artinya mengolah tanah. Jadi secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya. Juga usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidup di lingkungannya.”
Tokoh-tokoh kebudayaan:
a.       Selo sumarjan dan Soelaeman Soemardi
b.       Sutan Takdir Alisyahbana
c.        Koentjaraningrat
d.       A.L Krober dan C. Kluckhon
e.        C.A. VAN PEURSEN

2.5 Unsur-unsur Kebudayaan
          Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dan lain – lain.

Namun ada pula unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima adalah misalnya :
·         Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
·         Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
·         Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
·         Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
·         Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
·         Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
·         Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
·         Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
·         Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.

2.6 Wujud Kebudayaan
            Selain unsur kebudayaan, masalah lain yang juga penting dalam kebudayaan adalah wujudnya. Pendapat umum mengatakan ada dua wujud kebudayaan. Pertama, kebudayaan bendaniah (material) yang memiliki cirri dapat dilihat, diraba, dan dirasa. Sehingga lebih konkret atau mudah dipahami. Kedua, kebudayaan rohaniah (spiritual) yang memiliki ciri dapat dirasa saja. Oleh karena itu, kebudayaan rohaniah bersifat lebih abstrak dan lebih sulit dipahami.
·         Wujud pertama adalah wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, tak dapat diraba dan difoto. Letaknya dalam alam pikiran manusia. Ide-ide dan gagasan manusia ini banyak yang hidup dalam masyarakat dan member jiwa kepada masyarakat. Gagasan-gagasan itu tidak terlepas satu sama lain melainkan saling berkaitan menjadi suatu system, disebut system budaya atau culture system, yang dalam bahasa Indonesia disebut adat istiadat.
·         Wujud kedua adalah yang disebut system social, yaitu mengenai tindakan berpola manusia itu sendiri. Sistem social ini bersifat konkrit sehingga bias diobservasi, difoto dan didokumentir.
·         Wujud ketiga adalah yang disebut kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik karya manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat konkrit berupa benda-benda yang bias diraba, difoto dan dilihat. Ketiga wujud kebudayaan tersebut di atas dalam kehidupan masyarakat tidak terpisah satu dengan yang lainnya.
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud:
1.       Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran  manusia
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, dan berpusat pada manusia yang menganutnya
2.       Kompleks aktivitas
Aktivitas manusia saling berinteraksi, bersifat konkret, dapat diamati. Wujud ini sering disebut sistem sosial
3.       Wujud sebagai benda
Aktivitas karya manusia menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidup. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkrit bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai bergerak

2.7 Orientasi Nilai Budaya
            Kluckhohn   dalam   Pelly   (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budaya merupakan  sebuah  konsep  beruanglingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
            Secara  fungsional  sistem  nilai  ini  mendorong  individu  untuk  berperilaku seperti  apa  yang  ditentukan.  Mereka  percaya,  bahwa  hanya  dengan  berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang,
            Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut adalah:
(1) masalah hakekat hidup,
(2) hakekat kerja atau karya manusia,
(3) hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu,
(4) hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar, dan
(5) hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.
            Sistem nilai budaya dalam semua  kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima pokok masalah kehidupan manusia:
1.       Hakekat hidup manusia (MH)
2.       Hakekat karya manusia (MK)
3.       Hakekat waktu manusia (WM)
4.       Hakekat alam manusia (MA)
5.       Hakekat hubungan manusia (MN)

2.8 Perubahan Kebudayaan
          Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya. Gerak kebudayaan adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya karena terjadi hubungan antar kelompok manusia di dalam masyarakat.
            Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitf. Terjadinya perubahan ini disebabkan oleh:
1.       Sebab-sebab yang berasal dari masyarakat dan kebudayaan sendiri
2.       Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup
            Proses akulturasii di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat bertetangga dengan masyarakat lain, terjadi hubungan. Pada saat itulah unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Beberapa faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:
1.       Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan dengan kebudayaan dan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut
2.       Jika pandagan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai agama, maka penerimaan unsur baru akan mengalami hambatan
3.       Corak struktur sosial suatu masyarakat
4.       Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan untuk diterima
5.       Jika unsur baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunannya
2.9 Kaitan Manusia dan Kebudayaan
            Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia di alam dunia inimemegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yan g berbudaya dan lain sebagainya.
            Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dcngannya. Tampak bahwa keduanya akhimya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita  lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan – peraturan kemasyarakatan. Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.
            Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah menusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupkana obyek yang dilaksanakan manusia. Contoh sederhana yang bisa kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan.
Hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, amksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dielektis tercipta memlalui tahap:
-          Eksternalisasi: proses manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya
-          Obyektivasi: proses masyarakat menjadi realistis obyektif
-          Internalisasi: proses masyarakat disergap kembali oleh manusia


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
          Kesimpulan dari manusia dan kebudayaan adalah manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak  bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Dan dari sejak lahir manusia sudah mempunyai kebudayaan yang diturunkan dari kerabatnya.




                              DAFTAR PUSTAKA

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf
https://vidyakanshapurnagita.wordpress.com/2014/10/24/makalah-manusia-dan-kebudayaan/
http://achmadfahmi489.blogspot.co.id/2011/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html